Beranda > Hidup > Menjamu Fajar

Menjamu Fajar

Pintu berderik pelan
saat hari baru menjelang
perahu terseret pelan perlahan
di atas pasir dan kerikil kecil

Haluan memecah ombak
lebur berserak
dalam irama alam pagi nan semarak
penuh kilauan perak

Kami menjamu fajar
dengan menyibak ombak menggelegar
diiringi nyanyian camar
dan terang yang samar

Kami menjamu fajar
dengan memancang layar
dan mengendus bau anyir
ikan segar menggelepar

Kami menyambut fajar
berlayar menuju sinar
dengan mata berbinar
menjemput ikan segar

Kami menjamu fajar
dengan secangkir kopi pahit
dan senyum kecil kepada kaki langit
sambil berlari pulang bersama angin laut

Iklan
Kategori:Hidup
  1. 4 September 2010 pukul 10:22

    bolehkah aku ikut menjamu? atau setidaknya, hanya singgah di kapalmu?

    • 8 September 2010 pukul 13:44

      To rizalihadi :

      Fajar milik semua dan kapal tidak berpintu…
      Silahkan saja !!

      salam kenal dan hormat,

  2. 4 September 2010 pukul 14:45

    kamu jgn bosen
    aku mampir di blogmu

    kamu itu sepertinya nelayan ya…
    tulisan-tulisanmu
    kok bnyk ttg kapal, ttg laut,
    dan ttg gelombang..
    atau rumahmu dekat pantai ya..?
    asyiik dunk…
    aku tau di ambon itu pantainya bersih
    hingga ikan dpt terlihat
    oya, daerah mana ambonnya..?
    kalo boleh tau…. trims

  3. 4 September 2010 pukul 20:22

    Anak nelayan… Laut itu ibu !
    Ombak dan pantai teman sepermainan…

  4. 5 September 2010 pukul 20:02

    ya.. ya..
    tempat yg sangat indah tentunya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: